KIAT MENDIDIK ANAK

BISMILLAHIRROHMANIRROHIIM..
 
DUHAI IBU,ENGKAU LAH PANJI DALAM RUMAH TANGGA.ENGKAU LAH MADRASAH UTAMA BAGI ANAK2 MU DIRUMAH,TIDAK PERNAH ADA KATA TERLAMBAT UNTUK MEMULAI SEGALA SESUATUNYA,MEMBENTUK GENERASI RABBANI DAN QUR’ANI YANG TAAT , CINTA PADA ALLAH DAN RASUL-NYA.GENERASI YANG CINTA QUR’AN DENGAN HATI,PIKIRAN DAN LISANNYA,
 
YAKINLAH BAHWA ALLAH MELIHAT USAHA KITA
BISMILLAH…MARI KITA MULAI LANGKAH UNTUK MENUNJUKKAN ANAK2 KITA JALAN MENUJU PINTU SURGA-NYA…
 

(BERBAGI TIPS DRA.HJ.WIRIANINGSIH (IBUNDA DARI 11 ORANG ANAKNYA YANG BERHASIL MENCETAK SEMUANYA MENJADI HAFIDZ/HAFIDZAH) ‘KIAT MENDIDIK ANAK’)
 
▪ MENGAJARKAN AL QURAN SEJAK USIA 4 TAHUN.
DOKTRIN YANG DITANAMKAN DALAM KELUARGA BAHWA AL QURAN ADALAH KUNCI KEBAHAGIAAN DUNIA DAN AKHIRAT.
▪ JANGAN TERLALU MENGANDALKAN SEKOLAH. 2/3 KEBERHASILAN PENDIDIKAN ITU ADA DI RUMAH.
▪ KEBERHASILAN PENDIDIKAN ANAK ADALAH HASIL INTEGRASI KEDUA ORANG TUANYA. BUKAN SEKEDAR UNTUK IBU SEMENTARA BAPAK BERAKTIFITAS DI LUAR RUMAH. MALAH SEBENARNYA LEBIH BESAR TANGGUNG JAWAB SEORANG AYAH DIBANDING IBU.
CONTOH: RASULULLAH MEMANGGIL AYAH DARI ANAK YANG MENCURI, BUKAN IBUNYA.
CONTOH AYAH IDAMAN DALAM AL QURAN = LUQMAN. IBRAHIM MENTARBIYAH ANAK DAN ISTRINYA.
▪ SUAMI YANG MEMBANGUN VISI KELUARGA DAN ISTRI YANG MENGISI KERANGKA VISI ITU. SEJARAH MENCATAT, ORANG-ORANG SHALIH DIBENTUK OLEH AYAH YANG MENGERTI AKAN PERANNYA DALAM MENDIDIK ANAK:
IMAM SYAFI’I DITINGGAL WAFAT AYAHNYA KETIKA BERUSIA 6 TAHUN, NAMUN ISI KEPALA SANG AYAH SUDAH PINDAH KE SANG IBU.
HASAN AL BANNA DAN SENTUHAN PENDIDIKAN SANG AYAH.
YUSUF QORDHOWI BERKATA, DAHULU SAYA TIDAK TAHU MENGAPA AYAH MENGKONDISIKAN SAYA HAFAL AL QURAN USIA 10 TAHUN.
▪ KELUARGA KAMI BEGITU IHTIMAM ATAU PERHATIAN YANG TINGGI TERHADAP ANAK DAN PENDIDIKAN, DIANTARANYA: PERHATIAN DARI A-Z, POTONG KUKU, BERSIHKAN TELINGA, DLL. FILE-FILE KHUSUS YANG MENYIMPAN CATATAN TENTANG ANAK, HASIL ULANGAN DLL. KEKAYAAN KELUARGA ADALAH ANAK DAN BUKU. SETIAP LIBURAN, SELALU MENGAJAK ANAK KE TOKO BUKU, ADA PERPUSTAKAAN DENGAN 4000 BUKU DI RUMAH.
▪ VISI YANG ADA DI KEPALA ADALAH ANAK-ANAK KAMI SEMUANYA
HARUS MENJADI HAFIDZ QURAN.
SEHINGGA HAL-HAL YANG DILAKUKAN ANTARA LAIN:
1) KELLILING JAWA DAN MADURA UNTUK MELIHAT PESANTREN TAHFIDZ TERBAIK. PILIHAN JATUH DI KUDUS. WALAU ORANG MENCIBIR UNTUK APA MENJADI HAFIDZ QURAN DAN MENITIPKAN ANAK DI PESANTREN.
2) TUJUH TAHUN PERNIKAHAN TANPA TELEVISI.
3) SETIAP HARI DIPERDENGARKAN MUROTTAL.
4) SANG IBU MENGAJAR SENDIRI DENGAN QIROATI.
▪ NASIHAT SANG SUAMI YANG MENCERMINKAN KEKUATAN VISINYA SEBAGAI KEPALA KELUARGA, “BU KITA HARUS BERBEDA DENGAN ORANG LAIN DALAM KEBAIKAN. ORANG LAIN DUDUK KITA SUDAH HARUS BERJALAN, ORANG LAIN BERJALAN KITA SUDAH HARUS BERLARI, ORANG BERLARI KITA HARUS SUDAH TIDUR, ORANG LAIN TIDUR KITA SUDAH HARUS BANGUN. JANGAN SEDIKITPUN BERHENTI BERBUAT BAIK SAMPAI SOAL NIAT. KITA TIDAK BOLEH LALAI KARENA KITA TIDAK TAHU KAPAN ALLAH MENCABUT NYAWA KITA.
▪ 3 FASE INTERAKSI DENGAN ANAK MENURUT IMAM ALI.
1) 7 TAHUN PERTAMA = DIPERLAKUKAN DIA SEPERTI RAJA – MASA PEMBENTUKAN TUMBUH KEMBANG OTAK DAN MENYERAP INFORMASI.
2) 7 TAHUN KEDUA = PERLAKUKAN IA SEPERTI TAWANAN PERANG DALAM KEDISIPLINAN — MASA PENANAMAN SIKAP, DISIPLIN DISIPLIN DISIPLIN.
3) 7 TAHUN KETIGA DAN SETERUSNYA = PERLAKUKAN IA SEBAGAI TEMAN ATAU SAHABAT
▪ PARA PAKAR MENGATAKAN 7 SD 12 ADALAH GOLDEN AGE. USIA EMAS. SAAT ITULAH FASE PEMBENTUKAN SIKAP, PERILAKU, DAN PENANAMAN NILAI YANG PALING PENTING.
▪ HAFAL QURANNYA HASAN AL BANNA 10 TAHUN, YUSUF QORDHOQI 10 TAHUN, IMAM SYAFII 19 TAHUN, IMAM AHMAD 7 TAHUN.
▪ ROSUL MENYURUH SHOLAT DI USIA 7 TAHUN, DAN BILA SAMPAI 10 TAHUN BELUM SHOLAT MAKA PUKULLAH IA.
▪ SETIAP MENJELANG TIDUR, IBU SELALU MENCERITAKAN KISAH-KISAH PARA NABI DAN RASUL.
▪ JADWAL DALAM PAPAN BESAR UNTUK BELAJAR AL QURAN BAGI 11 ANAK KAMI
▪ BA’DA MAGHRIB DAN BA’DA SUBUH ADALAH WAKTU INTERAKSI DENGAN AL QURAN. BA’DA SUBUH MURAJA’AH, BA’DA MAGHRIB HAFALAN.
▪ PENGHARGAAN YANG TULUS ATAS USAHA ANAK “NAK IBU BANGGA SEKALI DENGAN KAMU, MESKIPUN SULIT TAPI KAMU DISIPLIN MENYETORKAN HAFALAN 2 AYAT SETIAP HARI…”
▪ ANAK PERTAMA DAN KEDUA SEJAK USIA 5 DAN 4 TAHUN TERBIASA BANGUN SEBELUM SUBUH SAMPAI-SAMPAI DI KOMPLEK PERUMAHAN DPR RI SI KECIL SUDAH BISA MENGHAFAL SIAPA SAJA ANGGOTA DEWAN YANG JARANG SHOLAT SHUBUH BERJAMAAHJ
▪ TIDAK LUPA MEMBANGUN DAKWAH DI KELUARGA BESAR. SAAT KEDUA ORANG TUA ALL OUT DI LUAR RUMAH, KELUARGA BESARLAH YANG TERLIBAT MENGAWASI ANAK-ANAK.
▪ CARANYA, RUTIN BERKUNJUNG KE KELUARGA BESAR UNTUK MENJALIN HUBUNGAN BAIK DENGAN MEREKA.
▪ KESULITAN DI MASA PEMBENTUKAN ADALAH FAKTOR KEISTIQOMAHAN. HARUS KONSISTEN MENGONTROL.
▪ MEMAGARI ANAK2 DARI PENGARUH NEGATIF. ADA AGGREEMENT DENGAN ANAK2 KAPAN SAAT MENONTON TV (JAM BERAPA, FILM APA, BERAPA JAM, HARI AHAD BAGAIMANA, DLL) DAN ADA HUKUMAN BILA DILANGGAR (1ST PELANGGARAN, DILARANG STEL TV SELAMA 3 HARI, 2ND PELANGGARAN SELAMA SEMINGGU, 3RD TV DILETAKKAN DI ATAS LEMARI SAJA) ATURAN BERLAKU TERMASU UNTUK ORANG TUA. TERKADANG DIINGATKAN, ” NAK, HAFALANMU BANYAK, TV ITU BISA MEMAKAN BAGIAN PIKIRANMU…”
▪ YANG DISEBUT KEBERHASILAN ITU BUKAN PADA TERCAPAINYA TUJUAN, TAPI PADA PROSES. YAITU KOMITMEN DAN KONSISTENSI KITA MENJALANINYA. SEMENTARA SUKSES GOALNYA, KEPADA ALLAH-LAH KEMBALINYA SEGALA URUSAN.
 
SUBHANALLAAHH.. T_T 😥
K.S.A
21.07.32
08.01 AM
(DALAM BUAIAN ‘DEMI MASA’)

 Image

Advertisements

LEMBARAN CINTA NADJA

JANGAN HENTIKAN IMPIANKU…
 
Tumpukan2 lembaran2 itu pun berserakan,dan aku hanya bisa terdiam,terpaku tanpa sedikitpun mampu bergerak,bahkan untuk sekedar mengumpulkan helai demi helai lembar kehidupan yang sebagian telah berterbangan,tertiup angin senja yang kurasakan tak lagi bersahabat dengan kehangatan..
 
Ya,begitulah aku menyebutnya…
LEMBAR KEHIDUPAN…,
Karena dalam lembaran2 itulah,serpihan2 makna dan hikmah dalam kehidupanku tertera,lembaran yang bukan hanya merupakan cerita harian dari seorang Nadja,tapi semua ini bernilai lebih dari itu,setidaknya begitu dalam pandanganku..
Karena dalam lembaran itulah,ku petik banyak hikmah,dari lembaran itu pula kutemukan banyak pertanyaan dalam kehidupan yang hadir walau terkadang berujung tanpa jawaban.dan dari lembaran itu jua lah ruh ku bernafas,seakan dengannya ia telah menemukan ruang nya untuk beraktifitas…
 
      “JANGAN KAU PERNAH BERMIMPI UNTUK MENJADI SEORANG PENULIS TERNAMA NADJA !!!” gertaknya lagi,kali ini dengan intonasi suara yang mulai meninggi.gertakannya membangunkanku yang sedari tadi hanya membisu dalam diam yang berkepanjangan..
 
      “kau lihat kondisi diluar sana Nad,ratusan bahkan mungkin ribuan sastrawan bertebaran.mereka saling bersaing bahkan terkadang saling menjatuhkan demi mengejar impian..tapi semua itu sah2 saja Nad,karena mereka punya modal,mereka punya bakat dan dasar ! mereka adalah orang2 yang dilahirkan untuk berkarya lewat tulisan.tapi kau??!! “
 
      “apa tumpukan lembaran itu akan menjadikan kamu jutawan?apa goresan tinta itu akan membuatmu menjadi orang terkenal?pikirkan Nad’..jangan habiskan waktu mu untuk sesuatu hal yang tidak bermutu..“ pinta nya tegas .
 
      “tapi menulis bukan tentang harta atau hasil yang hanya bisa kita petik didunia kan yah’..” lirihku pelan,mencoba untuk sedikit melakukan pembelaan..
 
Dan masih dalam gerutunya.lelaki tua yang kupanggil ‘ayah ‘itu pun pergi,meninggalkanku sendiri dalam sepi,dalam hening dan diam yang tak bergeming..berbagai rasa berkecamuk dalam jiwa,yang tak mampu ku ungkap walau dengan 1 kata..
 
‘hhhhh………..astagfirullah’ lirihku pelan,seraya menghela nafas panjang,berharap sesak ini akan berlalu tak tinggal lama dalam jiwaku.kuhempaskan tubuhku ringan di sofa hijau.tempat biasa kujadikan MARKAS,ketika ku tumpahkan segala cerita dalam lembaran cinta..
 
      ‘APA SEMUA INI AKAN MEMBUATMU BERHENTI MENULIS NADJA??”
Bisik hati kecilku yang sedari tadi telah menunggu waktu ungkapkan banyak pertanyaan dalam hatiku..
      “apakah kau akan biarkan mereka menyetir impianmu?
      “apa kau hanya akan diam dengan membenarkan pernyataan,bahwa menulis hanya diperuntukkan untuk seorang penulis??”
      “apakah saat ini jiwa mu pun ikut berkata,setuju bahwa menulis adalah hanya untuk mereka yang mengejar ajang kompetisi ternama hingga pada akhirnya mereka pun akan menjadi terkenal seantero dunia sastra??”
 
      “TIDAK NADJA “
 
      “karena jika hanya itu arti menulis bagimu,sungguh ruh mu pun perlahan akan mati,tertelan dalam motivasi yang tidak sejati,yang bahkan nyaris tak berarti”
 
      “sadarkah kau Nad…BAHWA MENULIS ADALAH CINTA..”
      “menulis adalah makanan bagi jiwa,bukan target untuk meraih piala,sertifikat atau penghargaan manusia,tapi MENULIS ADALAH MENGENAI RASA..”
 
      “rasa yang ketika kau bersedih,kau tumpahkan sedemikian rupa dalam lembaran cinta,hingga pada akhirnya sedih itu akan berlalu dengan meninggalkan banyak hikmah dalam kehidupanmu”
      “rasa yang ketika kau larut dalam gelisah,kau tuangkan lewat kata kata cinta,hingga pada akhirnya,gelisah itu pergi dan menghadirkan asa yang tidak ada putusnya”
      “rasa yang bergejolak pada setiap hati manusia ,yang kau uraikan dalam lautan tinta dengan begitu indahnya,dengan harapan dapat meninggalkan makna bagi setiap mata yang membacanya,yang dapat kembali mengarahkan mereka pada kecenderungan jiwa untuk bergerak mendekati pencipta-nya”
 
Menulis adalah cinta Nadja..
Menulis adalah mengenai rasa
Dan menulis adalah udara bagi setiap jiwa yang merindukan pertemuan dengan ROBB-nya
Karena ketika menulis telah menjadi suatu kebutuhan,maka pada setiap kata yang ada padanya,akan membuahkan pelajaran yang membekas pada diri dan kehidupan..
 
Tetaplah menulis Nadja..
Menulislah hingga tinta itu kering,tak lagi basah dalam wujudnya
Menulislah karena kehadiran ilmu itu tak pernah ada ujungnya..
Ketahuilah nadja,
Ketika hatimu telah puas dengan ilmu yang ada,maka hilanglah pula kemampuanmu untuk berbagi apa yang kau tahu lewat sebuah kata..”
 
 
Senyum simpul kembali mengias di bibirku,nyanyian cinta kembali bersenandung dan terdengar dalam relung jiwa dengan hati berbunga..satu persatu lembaran cinta yang berserakan kembali kukumpulkan,kusatukan dalam 1 ikatan..IKATAN CINTA..
 
 
 
 
                                                                                                            14.02.2011
                                                                                                            12.12 pm
                                                                                                            k.s.a

 Image