LEMBARAN CINTA NADJA

JANGAN HENTIKAN IMPIANKU…
 
Tumpukan2 lembaran2 itu pun berserakan,dan aku hanya bisa terdiam,terpaku tanpa sedikitpun mampu bergerak,bahkan untuk sekedar mengumpulkan helai demi helai lembar kehidupan yang sebagian telah berterbangan,tertiup angin senja yang kurasakan tak lagi bersahabat dengan kehangatan..
 
Ya,begitulah aku menyebutnya…
LEMBAR KEHIDUPAN…,
Karena dalam lembaran2 itulah,serpihan2 makna dan hikmah dalam kehidupanku tertera,lembaran yang bukan hanya merupakan cerita harian dari seorang Nadja,tapi semua ini bernilai lebih dari itu,setidaknya begitu dalam pandanganku..
Karena dalam lembaran itulah,ku petik banyak hikmah,dari lembaran itu pula kutemukan banyak pertanyaan dalam kehidupan yang hadir walau terkadang berujung tanpa jawaban.dan dari lembaran itu jua lah ruh ku bernafas,seakan dengannya ia telah menemukan ruang nya untuk beraktifitas…
 
      “JANGAN KAU PERNAH BERMIMPI UNTUK MENJADI SEORANG PENULIS TERNAMA NADJA !!!” gertaknya lagi,kali ini dengan intonasi suara yang mulai meninggi.gertakannya membangunkanku yang sedari tadi hanya membisu dalam diam yang berkepanjangan..
 
      “kau lihat kondisi diluar sana Nad,ratusan bahkan mungkin ribuan sastrawan bertebaran.mereka saling bersaing bahkan terkadang saling menjatuhkan demi mengejar impian..tapi semua itu sah2 saja Nad,karena mereka punya modal,mereka punya bakat dan dasar ! mereka adalah orang2 yang dilahirkan untuk berkarya lewat tulisan.tapi kau??!! “
 
      “apa tumpukan lembaran itu akan menjadikan kamu jutawan?apa goresan tinta itu akan membuatmu menjadi orang terkenal?pikirkan Nad’..jangan habiskan waktu mu untuk sesuatu hal yang tidak bermutu..“ pinta nya tegas .
 
      “tapi menulis bukan tentang harta atau hasil yang hanya bisa kita petik didunia kan yah’..” lirihku pelan,mencoba untuk sedikit melakukan pembelaan..
 
Dan masih dalam gerutunya.lelaki tua yang kupanggil ‘ayah ‘itu pun pergi,meninggalkanku sendiri dalam sepi,dalam hening dan diam yang tak bergeming..berbagai rasa berkecamuk dalam jiwa,yang tak mampu ku ungkap walau dengan 1 kata..
 
‘hhhhh………..astagfirullah’ lirihku pelan,seraya menghela nafas panjang,berharap sesak ini akan berlalu tak tinggal lama dalam jiwaku.kuhempaskan tubuhku ringan di sofa hijau.tempat biasa kujadikan MARKAS,ketika ku tumpahkan segala cerita dalam lembaran cinta..
 
      ‘APA SEMUA INI AKAN MEMBUATMU BERHENTI MENULIS NADJA??”
Bisik hati kecilku yang sedari tadi telah menunggu waktu ungkapkan banyak pertanyaan dalam hatiku..
      “apakah kau akan biarkan mereka menyetir impianmu?
      “apa kau hanya akan diam dengan membenarkan pernyataan,bahwa menulis hanya diperuntukkan untuk seorang penulis??”
      “apakah saat ini jiwa mu pun ikut berkata,setuju bahwa menulis adalah hanya untuk mereka yang mengejar ajang kompetisi ternama hingga pada akhirnya mereka pun akan menjadi terkenal seantero dunia sastra??”
 
      “TIDAK NADJA “
 
      “karena jika hanya itu arti menulis bagimu,sungguh ruh mu pun perlahan akan mati,tertelan dalam motivasi yang tidak sejati,yang bahkan nyaris tak berarti”
 
      “sadarkah kau Nad…BAHWA MENULIS ADALAH CINTA..”
      “menulis adalah makanan bagi jiwa,bukan target untuk meraih piala,sertifikat atau penghargaan manusia,tapi MENULIS ADALAH MENGENAI RASA..”
 
      “rasa yang ketika kau bersedih,kau tumpahkan sedemikian rupa dalam lembaran cinta,hingga pada akhirnya sedih itu akan berlalu dengan meninggalkan banyak hikmah dalam kehidupanmu”
      “rasa yang ketika kau larut dalam gelisah,kau tuangkan lewat kata kata cinta,hingga pada akhirnya,gelisah itu pergi dan menghadirkan asa yang tidak ada putusnya”
      “rasa yang bergejolak pada setiap hati manusia ,yang kau uraikan dalam lautan tinta dengan begitu indahnya,dengan harapan dapat meninggalkan makna bagi setiap mata yang membacanya,yang dapat kembali mengarahkan mereka pada kecenderungan jiwa untuk bergerak mendekati pencipta-nya”
 
Menulis adalah cinta Nadja..
Menulis adalah mengenai rasa
Dan menulis adalah udara bagi setiap jiwa yang merindukan pertemuan dengan ROBB-nya
Karena ketika menulis telah menjadi suatu kebutuhan,maka pada setiap kata yang ada padanya,akan membuahkan pelajaran yang membekas pada diri dan kehidupan..
 
Tetaplah menulis Nadja..
Menulislah hingga tinta itu kering,tak lagi basah dalam wujudnya
Menulislah karena kehadiran ilmu itu tak pernah ada ujungnya..
Ketahuilah nadja,
Ketika hatimu telah puas dengan ilmu yang ada,maka hilanglah pula kemampuanmu untuk berbagi apa yang kau tahu lewat sebuah kata..”
 
 
Senyum simpul kembali mengias di bibirku,nyanyian cinta kembali bersenandung dan terdengar dalam relung jiwa dengan hati berbunga..satu persatu lembaran cinta yang berserakan kembali kukumpulkan,kusatukan dalam 1 ikatan..IKATAN CINTA..
 
 
 
 
                                                                                                            14.02.2011
                                                                                                            12.12 pm
                                                                                                            k.s.a

 Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s