PERCAKAPAN 2 HATI

kami duduk bersebelahan,
tapi mulut kami terbungkam,diam tanpa hadir percakapan
lama ku menanti lembar kertas yang akan dia berikan
ya…”SURAT UNTUK JIWA’ katanya..
surat yang akan berisi tentang curahan hatinya yang aku sendiri belum tahu apa isinya..
 “kenapa ga langsung cerita aja ?’ tanyaku lembut.Itu pertanyaanku ketika padanya saat ia mengatakan ingin menyampaikan pesan lewat surat. “ga ah ,aku ga biasa curhat teh” jawabnya sederhana ,kental dengan logat sundanya.
Dan aku pun menunggu dengan setia.baris demi baris tinta tertoreh dalam kertas putihnya.di pertengahan lembar aku tersadar bahwa airmata telah hadir membersamai tulisan2 ungkapan hatinya..semakin lama ia semakin tergugu dalam tangisnya..pena itu kini tak lagi menari diatas kertas yang mulai basah dengan airmatanya..‘ukhti…” panggilku lembut seraya merangkulnya.Masih dalam isak tangisnya ,ia pun menyerahkan kertas putih itu kepadaku.kata demi kata ku baca,dengan khidmat dan dengan harapan semoga setelah membacanya,ada yang bisa kulakukan lebih dari sekedar doa untuk mengurangi kegalauan hatinya..
 
 
 
‘BISMILLAHIROHMANIROHIIM’
 
 
KEPADAMU UKHTI KU TERCINTA
Saudari yang telah mengenalkan ku pada cintaNYA.
Pada jalan yang membuatku memahami arti sebenarnya dari sebuah UKHUWAH..
Duhai ukhti yang dirahmati ALLAH..
Betapa aku bahagia berada diantara kalian semua
Betapa kalian telah membuat ku merasa “ADA”
Dengan tulus nya cinta yang kalian punya..
 
Tegur sapa dengan tausiyah yang selalu membersamai langkah kita
Mampu memperkuatku untuk menghadapi segala ujian yang ada
Kebersamaan dalam lingkaran cahaya
Mampu meneguhkan langkahku untuk tetap berjalan di koridorNYA
 
Tapi ukhti..
Sekarang dimanakah kini engkau berada?
Ketika hadirmu ,tak lagi kurasa “ada”
Rindu pun berbuah airmata..
Sebegitu banyaknya kah beban amanah yang diberikan mereka
Sehingga kau lupa bahkan hanya untuk sekedar sapa?
Sebegitu padatnya kah jadwal aktifitas yang ada,
Sehingga kau lupa masih ada aku yang menantimu dengan siraman tausiyah dalam lingkaran cahaya kita??
 
Ukhtiku tercinta..
Kenali,
Pahami,
Dan bebagi…
3 pilar kata darimu yang tak kan aku lupa
Berusaha maximal untuk memahami segala kondisi yang ada
Walau pada akhirnya aku pun kalah dengan kehadiran rindu yang kian menyiksa..
 
Ukhtiku tercinta..
Saat kau sibuk beraktifitas dan beramal
Ada beberapa disini yang lalai kau genggam
Ketika kau terus berlari,melesat jauh dengan ilmu
Ada beberapa yang tertinggal disini dan akhirnya terbengkalai karena tak mampu mengikuti cepatnya laju langkahmu..
 
Satu,dua,tiga pesan sempat kusampaikan..
Tapi mungkin semua tak terbaca jelas
Sehingga akhirnya semua pun bertebaran tak bisa lagi disatukan..
 
Lalu salahkah aku jika saat ini kejenuhan hadir dalam kebersamaan?
Salahkah aku jika kadang terbesit keinginan untuk berhenti pada tujuan yang pernah kita ikrarkan??
 
Ukhtiku tercinta..
Sungguh aku merindukanmu dalam stiap langkahku
Sungguh aku masih berharap kebersamaan kita akan kembali seperti dulu
Berdoa semoga kesibukanmu,tak membuatmu meninggalkanku
Karena aku masih butuh ilmu
Karena aku masih membutuhkan tausiyah2mu
Kata2 yang menjadi penyemangat mu untuk kobarkan api jihadku..
 
 
 
Dan tak sanggup aku meneruskan untuk membacanya
Airmataku ku telah menutupi penglihatan yang sudah tak tertuju lagi pada lembaran kertas yang ku genggam..Kurangkul dia erat dengan penuh cinta dan segala rasa yang ada..
 
        “ROBBANA…jika aku telah lalai pada mereka,dan lebih mementingkan amal ibadahku saja,ampuni aku Ya ROBB”
        “ROBBANA…tautkanlah hati kembali dalam lingkaran cahaya,ikatkanlah cinta ini dengan rahmat dan kemurahan yang KAU punya”
        “ROBBANA…apalah artinya iman tanpa cinta dan ukhuwah?apalah artinya ilmu tanpa diamalkan?dan apalah jadinya aku yang menghiraukan jiwa2 yang merindukan cahaya??
 
 
 
KARENA UKHUWAH ADALAH BERARTI KESATUAN RUH DAN HATI YANG DISATUKAN OLEH –NYA,KESATUAN YANG HARMONIS,SALING MENGIKAT,SALING BERHUBUNGAN,SALING MENYAYANGI,DAN MENGHARGAI,SALING MENGUATKAN LAYAKNYA BATU BATA DALAM SEBUAH BANGUNAN..
 
                                                                                   
                                                                                                18.10.31
                                                                                                Dhuha time
                                                                                                k.s.a
 
 
 
Selama ini kita dibuat nyaman dengan keberadaan sahabat yang selalu berbagi cinta, kasih sayang dan perhatian dengan kita. Tapi cinta, kasih sayang dan perhatiannya tersebut bisa jadi berkurang ketika
sahabat kita sibuk dengan berbagai aktivitas. Yang jadi masalah adalah ketika
aktivitas tersebut tidak melibatkan diri kita dengan berbagai sebab, menjadi
tidak nyamanlah perasaan kita kemudian.apalagi jika ditengah persahabatan kita dengannya tiba2 hadir“orang baru” didalamnya,dalam benak kalbu seolah kita merasa cinta,
kasih sayang dan perhatian sahabat kita semakin berkurang.
Terjadilah kemudian kecemburuan, perasaan berkecamuk dalam                 
hati kita hingga timbul tanya :  mengapa sih mesti melibatkan dia dan tidak aku yang padahal sangat dekat dengannya? Bagaimana mungkin dia bisa menghabiskan waktu lebih banyak dengan
dia “orang baru” daripada dengan “aku” yang ku yakin keberadaanku di hatinya adalah lebih dekat dibandingkan dengan mereka? Ini tidak fair, sepertinya
saudariku sudah mulai bosan dan melupakan aku! Dan berbagai syak wasangka
lainnya bisa jadi terus menumpuk dalam hati kita,sedemikian dahsyatnya cemburu yang ada hingga terkadang dapat menjadi penghalang kita untuk bergerak mengejar amal dan lalai thdp amanah.
Cemburu itu bermuara pada “perasaan” manusia. Adalah
kekuasaan Sang Maha Kuasa manusia mempunyai nikmat berbentuk “perasaan”. Hanya
Dia-lah yang sanggup membolak-balikkan hati manusia. Oleh karena itu merupakan
hal yang wajar jika setiap dari kita pernah mengalami perasaan itu.
Berdampak baik atau burukkah perasaan itu ?itu tergantung pada
bagaimana kita mengelolanya! Meski cemburu lebih sering dianggap merupakan
perasaan yang kurang menyenangkan, sesungguhnya cemburu bisa dianggap menjadi
potensi kebaikan. Seperti sebuah samurai, ketajaman benda itu berpotensi
melukai fisik manusia. Namun demikian samurai itu bisa didayagunakan untuk
keperluan yang berguna seperti mencacah daging rusa atau bahkan memotong
mangga:-P
Dengan demikian kalau disederhanakan, cemburu dalam
ukhuwah itu sendiri bisa dibedakan menjadi dua jenis, cemburu jenis
pertama adalah cemburu yang berakibat seperti samurai yang mencelakakan, itulah
cemburu payah. Dan cemburu yang kedua adalah cemburu yang bisa digunakan untuk
kebaikan, itulah cemburu yang indah.
cemburu kepada saudara pun dianggap payah atau dianggap indah juga bergantung pada sebab-sebab yang
dijadikan alasan kecemburuan. Ketika kita
melarang saudara kita untuk bisa lebih dekat dgn ‘orang baru’ hanya karena alasan dia “hanya milik kita”, maka cemburu seperti itu adalah cemburu payahJ ,bukankah saudari kita jg butuh untuk mendalami banyak akhwat lainnya agar dakwah lancar berjalan?cemburu seperti ini  Dianggap payah karena cemburu seperti itu mengarah pada pengekangan terhadap hak pribadi saudara kita. Di dunia manapun rasanya
penilaian kesejatian sebuah ukhuwah bukan diukur dari seberapa besar kita
mengendalikan atau mengekang saudara kita.
Sebaliknya cemburu yang indah adalah cemburu yang berasal
dari perasaan wajar dalam diri kita yang tidak berlebihan. Jika saudara kita
merasa cemburu karena kita mulai sibuk mengurus organisasi atau kegiatan
bersama seseorang lainnya misalnya, lalu secara tidak sengaja “terlupa” dengan
kita, berbahagialah kita. Mengapa? Karena berarti saudara kita benar-benar menganggap
diri kita ini berarti bagi dirinya. Saudara kita menganggap kita menjadi bagian
penting dari hidupnya,menganggap kita sudah sangat mengerti dirinya,kesibukannya dan posisinya dalam jamaah. cemburu bisa menyenangkan kalau memang menjadi bukti kasih sayang. Kita menunggunya, mengharapnya, sebagai bagian dari ikatan ukuwah.Tentu yang kita tunggu adalah cemburu indah bukan cemburu payah.Jika saudara kita jarang cemburu, bukan berarti tidak sayang satu sama lain, tetapi barangkali mereka telah lebih mengerti arti saling melengkapi dan rasa sabar. Rasa saling melengkapi ini lahir dari pemahaman bahwa saudara2 kita yang lainnya bukanlah saingan, tetapi merupakan orang yang harus kita jaga dan perhatikan, sehingga sikap saling melengkapi,mengerti dapat timbul secara alami.
Seringkali kecemburuan yang hadir akan menimbulkan sangka2 yang tidak proporsional,karena kehadirannya lebih banyak di tunggangi oleh bisikan2 setan.Jika salah sangka hadir memenuhi kalbu kita, beristigfarlah..Jangan buru-buru membuat kesimpulan sendiri ketika perasaan itu datang. Sebaliknya, cerna secara baik dalam pikiran. Jernihkan secara sadar apa sesungguhnya yang terjadi terkait dengan perasaan cemburu tersebut. 
 
Membina Kesabaran,memupuk cinta karenaNYA
 
Jika timbul rasa cemburu, maka kesabaran adalah sikap lain yang harus kita bina. Sabar merupakan sikap menempatkan diri atau pendapat kita pada keadaan yang tepat, jadi bukanlah sikap pasrah. Salah satu jenis sabar adalah kesabaran ketika tidak mendapat perhatian dan kesabaran untuk memberikan
perhatian:-p tanamkan dalam hatu Adalah Indah Jika Ukhuwah Terjalin Karena Terpautnya Hati
Oleh Aqidah,adalah indah jika kita memaksakan ‘kebaikan dalam hati kita’ agar keromantisan dalam ukhuwah tetap terjaga….jika pun tetap sulit dirasakan,maka mintalah pada DIA yang menggenggam jiwa manusia,minta lah pada DIA yg hanya DIA lah yg mampu membolak balikkan hati hamba2NYA..ALLAH melihat semaximal apa kita berusaha u meraih ridhoNYA,so..keep trying dan biarkan DIA yg mengatasi semuanya..:-)
 
k.s.a
ba’da isha
dalam renungan jiwa
aImage
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s