WORD OF SILENCE

ImageImage

 

‘’ Dan asa itu laksana hujan di pagi hari, ia turun dari langit membasahi bumi. Hadirnya senanstiasa mampu menghibur jiwa yang sedang sepi.. meninggalkan banyak hikmah dan harapan dalam hati ‘

 

Seharusnya setiap hujan yang turun menyirami bumi nusantara, bisa menjadi ilham bagi siapa saja untuk mencari inspirasi dalam merangkai kata dalam sebuah cerita. Namun tidak demikian bagiku, karena disetiap rintik hujan itu, selalu mampu menyeret larut ingatanku kepadamu. Untaian kalimat itu, lagi-lagi hadir memenuhi ruang pikirku yang tanpa sadar telah mengundang senyum di bibir tipis ku. Terpesona akan kekuatan makna yang ada didalamnya, dan lebih takjub lagi kepada sosok yang mengungkapkannya 3 tahun yang lalu. Sosok yang telah mewarnai hidupku, yang telah menjadi bagian terpenting dalam lembaran masa lalu ku ..

INI TENTANG CINTA ..

            ‘’ Nay .. kesini … ‘’ panggil Nizam yang berada beberapa langkah dari posisiku. Bergegas ku raih tangannya yang terulur berusaha menarikku. Ah .. tak terasa, sudah hampir 5 jam kami berjalan. Kali ini pendakian terasa lebih berat karena tanjakan jalan ke depan lebih curam dan licin dibanding jalan sebelumnya. Namun bagiku, beratnya medan yang kami tempuh saat ini, sedikitpun tidak melelahkan selama Nizam ada disampingku. Tiba – tiba saja Nizam berlari menjauhi beberapa langkah di depanku. Dan aku sama sekali tidak tahu mengapa Nizam berbuat seperti itu, apa yang sebenarnya akan ia lakukan?

            ‘’ Nayyara Farizi.. maukah kau menjadi pendamping hidupku? Menjadi wanita yang akan kutatap matanya setiap kali aku terbangun dari tidurku, menjadi wanita yang akan menjadi ibu dari anak-anakku, menjadi dia yang akan selalu menanti kedatanganku dirumah kita … ‘’ lantang Nizam mengungkapkan kalimat indah itu dihadapan para pendaki, layaknya film-film romantis barat Nizam berlutut dihadapanku, dan membuka kotak kecil berisi cincin yang segera ia sematkan di jari manisku.. aku terkejut … sama sekali tidak menduga dengan kejutan yang diberikan Nizam padaku …

            ‘’ will u marry me Nayya ? ‘ tanyanya lagi, diikuti dengan gemuruh sorak para pendaki, aku tidak mampu berkata kecuali dengan menganggukkan kepala dan memeluknya.

KARENA CINTA BERARTI PERCAYA DAN SETIA ..

            ‘’ Nayya … ‘’ panggil Vanni dari arah kantin

            ‘’ kenapa lo Van? Sok heboh gitu sih?’ tanyaku santai seraya terus berjalan pelan, Terengah-engah Vanni mulai memperlambat langkahnya yang sudah hampir membersamaiku.

            ‘’ Nayy .. berhenti sebentar donk, gue punya info yang lo harus dengar, penting nih Nay!!’ ujar Vanni seraya memberhentikan langkahnya. Aku pun membalikkan badan ke arah Vanni yang masih cemberut karena merasa kuabaikan. ‘’ Ada apa sih Van? Sepenting apa sih info itu sampai lo ngejar-ngejar gue kayak orang dikejar debt collector aja ‘ kata ku sambil menariknya mendekat dibawah pohon yang rindang.

            ‘’ kabar Nizam ‘gimana Nay? Tanya nya tiba-tiba

            ‘’ what? Lo ngejar-ngejar gue, Cuma untuk nanya soal Nizam? What about Nizam? Dont tell me that you miss him’

Vanni memandangku dengan tatapan yang dalam. Dan aku hanya bisa tertawa kecil merespon aksinya yang lain dari biasanya. ‘’ Ada apa sih Van? Apa kamu punya info tentang Nizam?’, Vanni mengangguk pelan tanpa kata. ‘’ Okey, so tell me, what information that you want to tell about him?’ tanyaku. Vanni menghela nafas panjang ..

            ‘’ wait Van .. sebelumnya aku Cuma mau bilang, jika kamu hendak memberitakan tentang cerita Nizam yang tebar pesona sama cewek-cewek kampus disana, hhmm.. maaf aja Van, aku tidak tertarik ‘ jelasku

            ‘’ Tapi Nay … ‘ sela Vanni

            ‘’ Van .. gue tuh udah kenal Nizam dari SMP, dan kita sudah menjadi sahabat jauh sebelum kita jalin hubungan. Gue tahu semua rahasia Nizam Van, gue kenal baik buruknya Nizam.. dan gue sudah gak mempermasalahkan semua hal yang berkaitan dengan masa lalu Nizam. Gue juga tahu dari dulu lo gak suka kalo gue jadian sama Nizam, its okey for me. Tapi setidaknya, sebagai seorang sahabat, kalo lo gak bisa mensupport hubungan gue sama Nizam, so just dont make it more difficult for me .. please Van’ ujarku panjang lebar.

Vanni terdiam, lama sekali.. terdengar helaan nafas panjangnya, berat .. entah apa yang sebenarnya Vanni simpan disana. Tergelitik hati ingin bertanya dan meminta Vanni untuk menjelaskan apa yang ia ketahui, apa yang ingin ia sampaikan kepadaku. Tapi .. aahh, aku sudah lelah mendengar semua rumor dan bisikan mereka tentang Nizam. Dan aku selalu merasa yakin, bahwa tidak ada satupun dari mereka yang mengenal Nizam lebih dari aku. Karena kepercayaanku itulah, aku meyakini bahwa Nizam tidak akan pernah menyakitiku, apalagi menduakanku

            ‘’ Nay .. ‘ panggil Vanni lirih, aku menoleh ke arahnya, Vanni tersenyum dan menggenggam erat tanganku.

            ‘’ sampai kapanpun, lo adalah sahabat gue Nay, gue Cuma ingin yang terbaik bagi lo. Karena gue gak mau, jika terjadi apa-apa sama lo nanti, gue akan merasa bersalah karena gak memberi lo peringatan.. but i guess, your love to him is bigger than my worries J ‘ ucap Vanni seraya mengelus lembut bahu ku sebelum akhirnya ia beranjak pergi meninggalkanku sendiri..

AKU, DIA DAN KAMU ..

            ‘’ Nizam memang selalu tahu bagaimana cara membahagiakan wanita ya ka’ Nay ‘’ ujar Fe di sore itu.

            ‘’ maksud Fe apa ? ‘ , sambil terus merajut adik kecil kesayanganku itu berkata ‘ Ya begitu … maksudnya Ka Nizam itu selalu tahu apa yang bisa membuat ka Nayya bahagia’ jawabnya tertunduk. Aku tersenyum mengiyakan ..

            ‘’ pastinya semua gadis mengidolakan dan berharap bisa mendapatkan kekasih seperti ka Nizam. Tampan, gagah, kerja mapan, mudah mengambil hati calon mertua .. hihihihi, lihat aja mami, cinta banget sama ka Nizam. Dan yang bikin iri lagi, dia rela terbang jauh-jauh, buang-buang duit tiap minggu, dari Surabaya ke Jakarta, hanya untuk bertemu dengan ka Nayya .. ‘ lanjut Fe lagi.

            ‘’ Fe juga mau .. punya kekasih seperti Ka Nizam ‘ ujar Fe pelan, aku tersenyum, menatapnya yang masih tertunduk dalam, tak tahu apa yang kini sedang ia pikirkan. Dari balik tirai, ku pandang ia dengan tatapan sayang. Sungguh engkau kini telah menjadi gadis remaja yang menggemaskan siapapun yang memandang, kecantikanmu begitu natural, gaya kanak-kanak mu pun selalu mampu mengundang keceriaan. Tapi .. mengapa belakangan ini aku seperti melihatmu selalu termenung Fe? Lebih banyak diam dan tak lagi banyak senyum yang mengembang. Terkadang aku mendapatimu, duduk sendiri dengan tatapan kosong yang .. ah, aku pun tidak tahu harus mengatakan apa. Seakan-akan mata mu menyimpan begitu banyak rahasia didalamnya..

            4 bulan dari sekarang, aku akan resmi menjadi istri dari seorang pemuda yang kucintai. Pemuda terbaik yang juga merupakan sahabatku sendiri. Nizam.. Yah, Nizam Akbar sang pujangga yang selalu mampu membuatku tertawa, selalu bisa membuatku merasa tersanjung dengan segala perbuatannya yang terkadang tidak disangka-sangka. Bayangkan saja, Nizam rela pulang-pergi dari Surabaya-Jakarta demi untuk menemui aku, kekasihnya. Nizam tak akan malu membopongku di tengah keramaian jika ia melihatku kelelahan berjalan, Nizam tak akan pernah bosan berbicara denganku berjam-jam walau ia berada ditengah kesibukan. Nizam memang tak pernah memberikanku bunga mawar, atau candle light dinner yang diimpikan sebagian wanita pada umumnya, tapi ia mampu memberikanku perhatian dan kebahagiaan . Ia mampu membuatku merasa ada dan dibutuhkan ..

KETIKA SENYUM MENGHADIRKAN AIRMATA ..

            ‘’ Ampun ma.. ampuunnn ‘’ jerit Fe disela tangisnya, aku bergegas lari keluar kamar menuju sumber kegaduhan. Terkejut melihat mama yang selama ini tak pernah kulihat marah, kini hendak menampar Fe untuk yang .. entah ke seberapa kalinya.. dengan sigap kutahan tangan mama..

            ‘’ Ma … sudah ma, sudah ‘’ pintaku memohon, mama menatapku pedih dan jatuh terduduk lunglai di sudut ruangan.

            ‘’ Nayya gak tahu apa masalahnya, tapi apapun itu seharusnya bisa kita selesaikan dengan kepala dingin. Seberat apapun masalahnya akan kita tanggung bersama, karena kita adalah keluarga.. ‘’ ujarku ditengah isak tangis Fe dan mama.

            ‘’ Fe … ‘ belum sempat Fe melanjutkan kalimatnya, tiba-tiba mama memotong dan berkata ..” cukup Fe, tidak perlu kamu katakan sepenggal kalimat pun pada Nayya, kakakmu terlalu baik untuk mendengar penjelasan mu.’

            ‘’ Mama .. ‘’ spontan aku berkata dengan intonasi nada yang meninggi, kurangkul Fe yang kembali tergugu dalam tangisnya, terpukul dengan perkataan mama..

            ‘’ Fe adik Nayya ma .. sudah selayaknya Nayya tahu apa yang terjadi dengan Fe, apa yang terjadi dalam keluarga ini .. kita disini hanya bertiga ma, tidak mungkin juga kita andalkan papa yang sibuk dengan istri dan anak-anak barunya, dan tidak mungkin mama curhat pada Kak Rashid yang sedang fokus dengan studi nya di Melbourne, … secara tidak langsung Nayya pun punya peran untuk tahu kondisi yang ada dirumah ini ma, apapun itu .. ‘ jelasku tegas.

Mama terdiam lama, masih dalam posisi duduk yang sama. Berpikir dan menimbang dengan dalam akan keputusan yang akan beliau putuskan. Fe sendiri tidak bergeming dari kursi meja makan, seraya terus larut dalam kesedihannya.. sesaat, tak sengaja tatapanku tertuju pada sebuah benda kecil yang terletak tepat disamping Fe, perlahan aku bergerak menujunya dan mengambil benda kecil berbentuk kotak itu, yang tidak lain adalah ….   HCG test pack

            ‘’ Positive … ‘’ lirih suaraku terucap nyaris tak terdengar

            ‘’ Fe … kamu …. hamil sayang ‘’ tanyaku dalam pernyataan. Fe menjawab dalam anggukan, tak bersuara. Mama menatap nanar dari sudut ruang.. ku hela nafas panjang, berusaha tenang dan tidak larut dalam emosi yang tidak karuan.

            ‘’ katakan pada kak Nayya, siapa pria itu .. kak Nayya akan mendatanginya dan memintanya untuk segera menikahi kamu, bahkan kalau bisa hari ini juga, walau memang tidak akan ada pesta, tapi hal ini tidak bisa ditunda’’

‘’ katakan siapa ayah dari janin yang kamu kandung itu Fe …’ tanyaku lantang, dan pertanyaanku disambut oleh isak tangis Fe yang semakin kencang. Tiba-tiba saja Fe bersimpuh dilantai seraya merangkul kaki ku erat ..

            ‘’ Maafkan Fe Kak .. maaf … ‘’ , hatiku galau, namun segera kutepiskan satu nama yang terlintas dalam pikiranku.. tidak, tidak mungkin Nizamku.. nyaris tidak pernah ada kesempatan bagi mereka untuk bertemu, karena Nizam selalu bersamaku jika ia singgah di Jakarta .. tidak, tidak mungkin! Aku menjauh dari rangkulan Fe dan memandangnya dengan tatapan penuh tanya, tangis Fe makin menjadi dengan terus memohon permintaan maaf .. kutatap mama yang tengah memandangku pedih, Ya Tuhan .. Nizamku… apa yang kau lakukan? Apa yang kulakukan hingga kau tega melakukan ini semua … Nizamku … Nizamku … lunglai seluruh tubuhku, seakan tak mampu lagi kaki ini berpijak pada bumi, semua tampak gelap dan aku pun hanya ingin terlelap dalam tidur, berharap semua ini hanya mimpi buruk dipagi hari … yah, aku tengah bermimpi, bermimpi…

MENCINTAIMU DALAM DUNIAKU …

‘’ Nay .. Nayya .. “ suara lembut itu membuyarkan lamunanku. Suster Nita mengulurkan tangannya, memberikan beberapa butir tablet untuk ku minum. Tak bersemangat ku raih obat-obat tersebut dan meminumnya. Suster Nita tidak serta merta meninggalkanku walau ia sudah melihatku mengkonsumsi obat-obat itu, dengan bahasa tubuhnya, ia memintaku untuk membuka mulut agar ia bisa memastikan bahwa semua obatnya benar-benar sudah ku telan.. hhh, sebuah rutinitas yang mulai menjadi kejenuhan bagi semua orang yang tinggal disini.

Yah , disinilah rumahku kini … aku sendiri tidak tahu mengapa mereka membawaku ke Rumah Sakit ini, bagiku pribadi aku merasa sehat, sama sekali tidak ada keluhan. Aku bahkan tetap mampu menulis beberapa cerita, namun .. tak kusangkal, ada masa-masa dimana tiba-tiba saja aku terlupa akan semua kondisi yang pernah ada.. dan hanya mengingat satu nama .. Nizam.. Nizam Akbar.

            ‘’ bagaimana kondisi anak saya sekarang Dok ? tanya seorang wanita separuh baya seraya jauh melihat sosok gadis tercantik dibangsal itu. Ramah Dokter Fauziah merangkul pundak  wanita tersebut dan membawanya berjalan mendekati Nayya ..

            ‘’ kondisi Nayya, semakin lama semakin membaik. Dia tidak lagi seagresif sebelumnya, bahkan beberapa kali saya temukan Nayya mulai melanjutkan hobbi menulis dan menyanyinya. Namun fase halusinasi dan delusi nya masih sangat kuat. Nayya masih sering ‘berkomunikasi’ dengan sosok yang ia panggil dengan nama Nizam, dan yang saya perhatikan .. sosok itulah yang selalu bisa hadirkan aura kebahagiaan dalam diri Nayya. Setidaknya goal kami untuk saat ini tercapai, Nayya tidak lagi melakukan percobaan bunuh diri, atau melukai dirinya sendiri‘’

            ‘’ terimakasih Dok, terimakasih banyak … untuk sementara, saya mungkin tidak bisa berkunjung, karena dalam waktu dekat akan dilaksanakan pernikahan anak bungsu saya Dok, adiknya Nayya .. ‘’ ujarnya seraya memberikan surat undangan hijau muda ..

            ‘’ jika ada waktu , saya berharap Dokter Fauziah bisa datang ke acara tersebut ‘’ pinta nya lembut

            ‘’ iya bu, akan saya usahakan ‘’ jawab Dr Fauziah dengan senyumnya, seraya membuka surat undangan bersampul hijau muda tersebut..

MENIKAH

FAYE ARGHANI ( Fe ) dengan NIZZAM AKBAR ( Nizam )

 

Selangkah sebelum meninggalkan Rumah Sakit Jiwa itu, wanita separuh baya tersebut kembali melayangkan pandangannya pada sosok gadis yang tampak asyik terlibat percakapan dengan … dirinya sendiri. Sesaat ia tergelak dalam tawanya, dan seketika itu pula ia tersedu-sedu dalam tangisnya.. seraya menyebut satu nama … Nizaaaamm… Nizaaaamkuuu … Nizaaamkuu ….

THE END

FOOT NOTE :

  1. HALUSINASI  adalah persepsi yang kuat pada suatu peristiwa yang sebenarnya tidak nyata/tidak ada.
  2. DELUSI EROTOMANIK adalah fantasi cinta yang rumit
  3. DELUSI adalah kesalahpahaman seseorang yang serius tentang apa yang terjadi, dari apa yang mereka lihat, mereka dengar dan mereka pikirkan.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s