Hikmah dibalik insiden

image

#LatePost

Beberapa waktu yang lalu
Adrian pulang kerumah dengan membawa keranjang plastik dan memakai seragam yang berbeda dari yang ia pakai sebelumnya dari rumah. Tanpa menunggu pertanyaan yang pasti akan saya ajukan, dibalik pagar Adrian sudah terlebih dahulu memulai pembicaraan

‘Mama jangan marah dulu ya. Maaf ma, seragamku kotor tadi kecebur di parit belakang sekolah’

Kaget. Bingung dan kasihan membayangkan skenario yang terjadi. Gak kebayang bagaimana posisi Adrian saat jatuh, dan bagaimana dia bisa ‘naik’ ke jalan padahal kedalaman dasar parit bawah sampe ke atas tuh, lumayan banget.. Kira-kira 1,5meter.

Saat ditanya kenapa bisa terjatuh, Adrian memberi jawaban yang singkat ‘Ga sengaja kesenggol teman yang lagi main lari-larian. Tapi temenku udah minta maaf koq dan aku maafin’

‘Good boy’

Selesai mencuci seragam. Sambil menemani Adrian makan, saya kembali meminta Adrian untuk menceritakannya secara detail. Dan kesimpulannya its Oke, its just
unintentional minor accident, but anyhow i still remind him to always becareful in every condition.

I was almost forget the story until suddenly at dinner time, adrian mention something that make me suprised..

A  : ‘today i spent a lot of money
M : ‘a lot of money? How come? Did u use ur saving money?
A  : ‘no i didnt
M : ‘so tell me exactly how u can spent a lot of money when im sure that i didnt give u more’

Adrian kept quite for a couple of minutes before at last he told me from where he got the extra money

A : ‘itu duit dari temenku yang ga sengaja sudah bikin aku jatuh itu loh ma..’

M : #garukgarukkepala jadi maksudnya teman Adrian kasih duit ke Adrian karena peristiwa itu?

Adrian nods his head and looked the expression of my face.. While contineous eating, i started to open a serious conversation.

M  : ‘Sebenarnya Mas Adrian bener-bener maafin temen mas itu ga sih?’
A  : ‘Maafin lah.. Aku tahu dia ga sengaja. Namanya juga anak-anak, suka bercanda lari-lari. Pas dia mau ngagetin aku, eh aku kaget beneran, jadi ga seimbang trus jatuh deh..’
M  : ‘Oke.. Trus maksudnya temen mas ngasih duit ke mas itu untuk apa?’
A  : ‘Ya.. Katanya karena dia merasa ga enak, dan tanda terimakasih karena aku sudah maafin dia’
M  : ‘Menurut mas.. Apa yang seharusnya mas lakukan?’

Adrian menunduk dalam, sambil makan pelan..

A  : ‘Harusnya aku ga terima duitnya ma..’
M : ‘Anak sholeh.. (kissing his forehead), Nak.. Maaf itu ga bisa dibeli dengan uang. Rasa enak/ga enak itu pun ga bisa dibeli dengan uang. Keduanya dilihat dan dinilai pakai hati.

Jangan jadi orang yang bisa dibeli dengan uang.. Ya sayang’

A  : ‘Iya Ma..’
M : ‘Jadi gimana kelanjutannya sekarang?’
A  : ‘Harusnya uangnya dibalikin ma, tapi…. Sudah habis aku jajanin semua heh’
M : ‘Ya sudah ga apa-apa, besok mama kasih uangnya dan mas Adrian harus kembalikan ke orangnya ya, bilang kalo Mas memaafkan dengan tulus.. And dont repeat it again, okey?
A : ‘Iya Ma, maaf ya’

Adrian Farda
Bayu Zayed Atharizsyah Satar
Nak, tangan di atas jauh lebih mulia daripada tangan dibawah. Pemuda yang berusaha jauh lebih baik dibandingkan dengan pemuda yang suka meminta-minta.

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s