All posts by farah

simple, easy going, good listener, stubborn, high dream n will to achieve ... observer, hardworking, full desire :D

Social media account for kids, Β yeay or nay??Β 

KETIKA SI SULUNG  BERTANYA “MOM,  WHEN EXACTLY CAN I HAVE MY OWN SOCIAL MEDIA ACCOUNT? ”
πŸŒΈβ˜€πŸŒΈβ˜€πŸŒΈβ˜€πŸŒΈβ˜€πŸŒΈβ˜€πŸŒΈ

πŸŒΈβ˜€πŸŒΈβ˜€πŸŒΈβ˜€πŸŒΈβ˜€πŸŒΈβ˜€πŸŒΈ
πŸ‘¦ ma, hampir semua teman-temanku udah punya akun instagram sama fb.  Aku g punya..  Bikinin donk ma.’

πŸ‘© serius udah pada banyak yg punya akun medsos? 

Si sulung mengangguk

πŸ‘© emang mas tau fungsinya untuk apa? 

πŸ‘¦ buat chatingan kan? Pada ngobrol lewat akunnya masing-masing.. 

(gantian)  saya yang menganggukkan kepala. 

Bisa saja saat itu saya langsung berkata ‘TIDAK BOLEH”. tapi itu tidak saya lakukan, karena Saya sadar bahwa jawaban itu tidak cukup untuk menghilangkan kekhawatiran saya akan masa depan anak.  Maka,  duduk bersama dan berusaha mencari tahu sejauh mana pemahaman anak akan media sosial (sekaligus memberikan penjelasan ttg baik/buruknya internet) adalah bekal yang baik jik dibandingkan Dengan larangan yang bersifat otoriter dan tanpa menghargai hak anak sebagai individu.. 
Setiap keluarga memiliki aturan masing-masing dalam keluarga mereka,  dan saya yakin apapun aturan yang berlaku pasti sudah dipertimbangkan dengan matang sebelum diputuskan. 
Walau gak semua anak selalu setuju dengan aturan yang berlaku, tapi biasanya mereka pasti menerima keputusan tersebut. Contoh aturan sederhana yang berlaku dalam rumah kami adalah 
– Jam 9 malam masuk kamar 

Walaupun terkadang mereka belum mengantuk,  tapi aturan tetap dilaksanakan. Lampu dimatikan dan anak anak masuk kamar

– Awake before Fajr

Aturan ini pun juga berlaku u si kecil. Walau sbnrnya saya pribadi sering merasa ga tega kalo lihat usahanya menahan kantuk #mukakasur hehe

– Limited gadget time

U sis sulung sampai sekarangpun saya masih tetap memberikan jatah pegang hp 1jam/hari, kecuali weekend biasanya nambah 30mnt. 

Saya dan suami sering membicarakan perbedaan2 aturan yg ada pada setiap keluarga dengan si sulung. Dia paham dan mau menerima (walau itu tidak berarti selalu setuju dengan keputusan kami sebagai orang tua). 
Sebagai Orangtua, saya rasa sangat penting bagi kita untuk meluangkan banyak waktu dengan anak,  membicarakan peraturan tentang privasi dan keamanan online dalam berinternet ria, tentang segi positif dan negatif yang bisa didapatkan dari berselancar di dunia maya dan situs web lainnya,  karena suka/ tidak suka,  Mau / tidak mau.. Siap atau tidak siap,  kita sadar bahwa anak-anak kita sekarang tumbuh di era digital.  Era dimana akses internet sangat mudah didapatkan dan digunakan oleh anak.  
Maka dengan pertimbangan yang sangat matang,  kami (saya dan suami)  memutuskan untuk tidak mengijinkan anak anak memiliki akun sosial media. 
  

Katakanlah kami kuno,  kolot,  gak gaul,  gak kekinian..  Its okey.  Coz For us, it’s less about fears of safety, bullying, etc. Aplikasi chat yang ada pada hp si sulung adalah whats app,  dimana kontak yg tersimpan didalamnya hanyalah sekitar keluarga saja.  

Saya sadar ada masa ketika si sulung memiliki keinginan kuat untuk kontak dengan teman-temannya melalui akun sosial media,  mungkin baginya hal tsb akan terasa jauh lebih keren. Tapi lagi-lagi saya selalu mengatakan pada anak saya,  bahwa berhubungan sosial ‘nyata’ dengan teman-temannya,  tanpa ada pengaruh dari media internet,  in sya allah akan jauh lebih sehat,  lebih baik,  lebih aman,  lebih stabil,  lebih keren 😊.  

 

Saya rasa saat ini, membentuk dan membangun keterampilan sosial pada anak adalah jauh lebih penting daripada menggunakan media sosial itu sendiri. Saya ingin mereka tumbuh menjadi pribadi yang lebih mampu berempati dengan yang lain, pribadi yang peka terhadap lingkungannya dan pribadi yang tahu adab, privasi dan peduli.. Dan itu adalah pemberian yang saya ingin dimiliki anak-anak kita saat mereka masih anak-anak.



Advertisements

When your stories will be yours only..Β 

Dear cinta nya mama… 
U know what dear.. 
Segala kisah yang terjadi di masa-masa sekolahmu,  adalah milikmu.  Yang akan menambah warna dalam hidupmu.  Yang akan menjadi cerita seru saat kamu berkumpul dalam suatu reuni,  Yang mungkin kelak akan kau ceritakan pada anak-anakmu nanti
Yang terkadang,  jika kau mengingatnya kembali, mungkin akan membuat kamu tertawa terpingkal-pingkal,  atau  sekedar tersenyum-senyum sendiri, menggeleng-gelengkan kepala saat kau mengingat banyaknya ulah yang kau lakukan bersama sahabat tercinta dan  merenung ketika mengingat nasehat guru-guru mu yang dulu kau anggap sebagai angin lalu saja .. 
And again i will say to you dear .. 

Those stories are yours..

Milikmu seutuhnya
Jadi berbuatlah semaksimal yang kau mampu, agar semua kisah di masa sekolahmu itu tidak berlalu begitu saja tanpa meninggalkan hikmah dan pelajaran didalamnya.. 
Pesan mama tidak banyak Nak..
Jadilah dirimu sendiri, dalam versi terbaik yang kau bisa. Karena menjadi orang lain yang bukan kita hanya agar disukai, sungguh adalah sebuah kesia-siaan belaka.. 
Pandai-pandai lah kamu merasa, bukan merasa pandai. Yang demikian semata-mata agar kamu bisa lebih berempati terhadap sesama dan jauh dari sifat membully 
Last but not least

Be brave and

Be assertive

Agar kamu bisa mempertahankan diri ketika yang lain menindas.. 
#StopBullying
πŸ’– Love πŸ’–

August 11,2017

Out The Box
When killing time for you is by writing…  Anything