Coz they are all special in their own way..

Seorang kawan bercerita tentang keluhannya terhadap sang anak. 

“bingung banget, setiap ke sekolah hampir semua guru complain. Yang anakku suka tidurlah, ga fokus belajarlah, suka ngobrol, ga ngerjain tugas dll. PUSING!! 

Dirumah pun ga beda jauh.. 

Disuruh ini ga mau, disuruh itu bilangnya ntar tapi ga dikerjain, adalah dia bikin adik adiknya nangis, sering bohong.. Kalo dibilangin membantah dll lah. Pokoknya aku udah speechless aja mau ngomong apa. Dari cara lembut sampai keras, tetap g bisa bikin dia berubah… 

WHAT EXACTLY I HAVE TO DO??”

saya diam.. Beristigfar dalam hati. Mencoba untuk memposisikan diri saya dalam posisi anak tersebut. WHAT? ya.. Bukan menempatkan diri saya sebagai si ibu yang jelas kelihatan pusing menghadapi anaknya, ataupun posisi orang-orang disekitarnya yang tampak kewalahan untuk berdampingan dengannya.. 

I try to stand and positioning my self in to him . Ke dalam diri seorang anak laki-laki yang tampak tegar dari luar (yup, i often met him for a quite time) tapi saya bisa merasakan banyaknya gejolak yang ia rasa di dalam. And i have only one question to ask?

HOW ARE YOU SON? 😭

Bagaimana kamu menghadapi semua tuntutan itu? 

📚Tuntutan ayah ibu yang selalu memintamu untuk meningkatkan nilai-nilaimu disekolah. Maafkan jika Mereka Lupa ya nak, kalo kamu sekolah dari jam 7.30-16.00 , belum lagi dengan rentang jam les yang menyita waktu istirahatmu. Dan itu belum cukup bagi ayah ibu mu, jadi … Sisihkanlah sedikit lagi waktu rehatmu untuk belajar dirumah ya nak (😭😭😭), biar mereka tahu …

👉Tuntutan ayah ibu yang selalu mendiktemu ‘harus ini-harus itu’, sehingga tanpa sadar kau tumbuh dengan perintah, hingga pada akhirnya kau lupa kapan harus menggunakan inisiatifmu untuk bertindak… Tapi sepertinya ayah ibu juga lupa ya nak bagaimana dampak dari cara didik mereka, yang mereka tahu hanyalah sosok seorang anak yang berdiri tanpa adanya inisiatif dalam diri (😭😭😭)

👹Tuntutan ayah dan ibumu, yang menargetkan kamu untuk mencapai sesuatu. Tapi sayangnya hal itu di nodai dengan kalimat ancaman, dimana jika kau tidak bisa mencapai target yang diinginkan, maka semua akan berujung dengan hukuman (😭😭😭)

HOW ARE YOU SON??

Bagaimana kabarmu dalam menghadapi semua tuntutan itu?

Sungguh aku tahu, jauh didalam lubuk hatimu kau pasti ingin memberikan yang terbaik untuk ayah ibu mu 

Tidakkah mereka tahu, bahwa kemampuan setiap anak-anak adalah berbeda?

Sadarkah mereka, bahwa setiap anak dilahirkan dengan keistimewaan tersendiri?

Karena dirimu, bagiku.. Adalah istimewa. 

Karena dirimu, bagiku.. Adalah permata yang suatu saat nanti akan membiaskan cahaya nya.

Karena dirimu, bagiku.. Adalah amanah terindah dariNya.

Anak-anak hadir dalam kehidupan orangtua mereka, semata-mata adalah untuk menyempurnakan akhlak kedua orangtua nya. Dari mereka lah kita para orangtua, belajar begitu banyak hikmah. Untuk bersabar, bersyukur, dan berdo’a..

Sungguh aku tahu, bahwa tidak ada satu dari lisan seorang ibu yang melewatkan do’a untuk anak-anaknya..

Tidak ada satu sujud dari seorang ibu, kecuali ia mohonkan kepada Allah sang pemilik jiwa, doa untuk sang anak agar diberikan segala yang terbaik di dunia mau pun di akhirat, 

SABAR YA NAK..

Sungguh aku tahu, kau pasti lelah dengan banyaknya ‘tuntutan’ itu. Dan aku tahu, kau merindukan ‘rasa’ itu…

Rasa aman dari segala ancaman

Rasa nyaman terlepas dari semua tuntutan

Rasa bahagia karena kau tahu bahwa mereka menerimamu apa adanya..

THE DAY WILL COME, IN SYA ALLAH..

one day

Though i dont know when

But it will come

Dan jika hari itu datang..

Maka biarkanlah aku memintamu akan 1 hal..

Forgive them

And forgive the past

Coz it will make you become a better person…



💟 dedicated to : All parents in the world

Note : Biarkan mereka bahagia, disiplin bukan sebuah kekerasan. Hasil dari sebuah target bukanlah hal yang utama.. Temukan keindahan dan keistimewaan yang ada dalam diri anak-anakmu dengan cinta. Love them sincerely, and they will love you back trully..
🍁 FS 🍁

010417

Cloudy evening

Tentang dirimu..

​Saya memanggilnya dengan nama “IIN”, saya lupa siapa nama lengkapnya. Kali pertama saya melihatnya adalah di hari pertama masuk SMP. Saat itu saya yang pemalu, bingung mo cari tempat duduk dimana. Kelihatannya yang lain koq sudah akrab, saling bertegur sapa y? Ditengah kebingungan saya, si cantik bernama Iin ini segera menghampiri saya dan mempersilahkan saya untuk duduk satu kursi dengannya..
Saat itu saya melihat sosok Iin sebagai seorang remaja yang nyaris sempurna. Kebayang kan wajah artis utama pemain film ayat-ayat cinta? Yang pakai cadar itu loh.. Nah Iin tuh nyaris hampir sama air muka nya dengan beliau. Tapi lebih cantik (menurut saya loh :)). Dengan model wajah imut, rambut tebal dan panjang yang selalu dikepang dua, dan kepribadian yang menyenangkan, berhasil membuat sosok Iin menjadi sosok yang di senangi banyak kawan.. Ga cewe, ga cow, semua suka..
Saat liburan pertengahan semester tiba, 2-3x saya sempat main kerumahnya. Kali pertama kesannya biasa saja, layaknya anak-anak remaja pada umumnya, kami habiskan waktu dengan mengerjakan tugas sekolah, ngobrol, lihat tv, makan dll.
Di lain waktu, karena tugas sekolah sudah selesai. Iin sengaja meletakkan banyak buku-buku untuk kita baca. Dan nyaris semua nya tentang buku agama! Tentang hijab, bakti pada orangtua, kisah-kisah rasulullah dan para sahabat tercinta. Saya bengong dong.. (Really that moment i was so illiterate about this thing :'(), biasa baca komik candy2 eh disodorinnya buku2 dengan tulisan yang ga asik banget untuk dibaca (May Allah forgive my past ignorance, aamiin)
Tapi ada..

1 buku yang saat itu menarik perhatian saya (Saya lupa judulnya apa) Tapi buku tersebut menceritakan tentang Gaza, Palestina, penyiksaan para mujahidin . Melihat ketertarikan saya pada buku itu, Iin pun bercerita dengan bahasa nya.. Dia menceritakannya dengan hati, kesedihannya tampak dari ekspresi wajah nya. That moment i realize.. That she is different from other teenagers. 
Setelah liburan usai, kedatangan Iin ke sekolah disambut dengan kondisi yang tidak seperti sebelumnya. Maybe because she change her appareance … Yup, Iin yang biasa hadir dengan kuncir kepang dua nya, yang ceriwis menyapa dan melempar senyum manisnya terhadap siapapun juga, pagi itu ia hadir dengan baju tertutup, rok panjang dan balutan jilbab panjang sepinggang.
Iin sadar ia tengah menjadi pusat perhatian karena perubahannya, maka ia memilih untuk diam sementara. Dan membiarkan semua berjalan mengalir apa adanya..
Kebayang g sih?

Tahun 90an loh

Anak SMP udah pakai pakaian yang super tertutup macam itu

Dengan lalapan makanan buku-buku tentang sejarah islam, tentang Rasulullah, tentang para sahabat.. Tentang kondisi negara Islam yang tengah dijajah. 
Apa itu namanya kalo bukan “sesuatu?”
Sedari remaja atau bahkan mungkin dari kecil, orangtuanya benar-benar sudah mempersiapkan hal ini. 
– Menanamkan anak akan ketaatan kepada Allah dan Rasulullah
– Menanamkan pada anak kepekaan dan rasa kesatuan yang lebih terhadap sesama umat muslim dibelahan dunia mana pun juga..
– Mengajari anak untuk senantiasa menjaga kehormatannya sebagai seorang wanita muslimah
.

.

.

.

.

.

.

.

.
10 tahun berlalu semenjak kelulusan  SMP. Saya sibuk “ngasrama” disebuah asrama sekolah kejuruan, di Jakarta Barat. Dan Iin? Entah .. Ga ada juga kabar beritanya. Kebetulan dulu sulit ya untuk komunikasi, ga ada hp kayak sekarang ini. 
Di tahun 2000an, saya yang saat itu bekerja di salah satu RS kecil perusahaan asing, tepatnya di Sangatta, KalTim secara kebetulan bertemu dengannya di sebuah halte. Ma sya Allah, she really is awesome. Saat itu khimarnya bukan lagi sepinggang, tapi selutut.. Dengan pakaian yang sebegitu tertutupnya pun, ga bikin Iin selamat dari tatapan orang sekitar. Saat itu Iin sedang kuliah jurusan Kedokteran disalah satu Univ terkenal di JakartaBarat.
Dan Itu adalah pertemuan terakhir saya dengan Iin, how i wish i will meet her again someday… 

coz when u become a mom, it always mean that u have to be ZUPER WOMAN :D